Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 10 Jul 2009

energi200xJAKARTA: Tokoh Ekonomi Emil Salim mengatakan Indonesia perlu segera membuat program diversikasi energi untuk masa depan ekonomi Indonesia. “Dalam 20 tahun mendatang minyak kita diperkirakan akan habis, kalau tidak sekarang membuat rancang bangun energi di Indonesia ke depan tentunya akan menjadi lebih sulit,” katanya dia Jakarta, Kamis (6/3).Ia mengatakan, Indonesia memiliki berbagai sumber daya energi yang bisa dimanfaatkan, seperti, gas, batubara,  energi angin, energi matahari, aliran sungai,serta yang tengah berkembang saat ini yaitu energi  panas bumi (geothermal).  “Ini agak ironi, kita memiliki sumber daya geothermal terbesar kedua di dunia, namun ini belum termanfaatkan,” katanya. Ia juga menjelaskan, Indonesia juga memiliki banyak sungai yang bisa digunakan untuk mengembangkan hydro energi. Sehingga kebutuhan listrik yang selama ini oleh dipenuhi PLN melalui gas dan minyak bumi dapat dikurangi. Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Migas Nasionala (Aspermigas) Effendi Siradjuddin mengatakan, untuk sektor Migas, Indonesia tidak mempunyai cetak biru yang dapat mengamankan kebutuhan energi. “Lebih dari limapuluh persen sektor Migas dikuasai perusahaan asing, ini membahayakan ketahanan energi kita,” katanya. Ia menambahkan, padahal sebagai negara yang kaya akan Migas, Indonesia seharusnya mampu membuat cetaka biru demi pengelolaan energi dalam negeri. Sebab saat ini kebutuhan Migas bisa menjadi sumber konflik dan instabilitas negara. “Bayangkan kalau kita impor, terus kebutuhan tidak terpenuhi, dalam tiga hari misalnya SPBU di Jawa Tengah tidak terisi semua, wah ini bisa menjadi konflik,” katanya. Ia menambahkan, Indonesia harus mampu mengelola sumber daya energi migas sendiri, demi keamanan dan kemakmuran rakyat Indonesia. (Ant/OL-06) Sumber: www.mediaindonesia.com , Jumat, 06 Maret 2009 10:32 WIB