Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 26 Oct 2018

PRESS RELEASE

PENYELAMATAN BAYI DUYUNG (Dugong dugon) DARI PERAIRAN TANJUNG

LESUNG LABUHAN PROVINSI BANTEN


Jakarta, 25 Oktober 2018- Balai Besar KSDA Jawa Barat bersama-sama dengan
Balai KSDA Jakarta dan Lembaga Konservasi (LK) PT. Taman Impian Jaya Ancol
(TIJA) telah berhasil menyelamatkan satu ekor bayi Duyung (Dugong dugon) yang
terjerat jaring nelayan di perairan Tanjung Lesung, Desa Cipanon, Tanjung Jaya
Kec. Panimbang Kab. Pandeglang Provinsi Banten.

Informasi adanya bayi duyung (Dugong dugon) ini pertama kali diterima oleh drh.
Yus Anggoro dari LK PT. TIJA pada tanggal 24 Oktober 2018 berdasarkan laporan
masyarakat. Selanjutnya pihak LK PT. TIJA berkoordinasi dengan Direktorat KKH
dan Balai KSDA Jakarta serta Balai Besar KSDA Jawa Barat mengenai rencana
evakuasi/penyelamatan bayi duyung dimaksud, salah satu spesies satwa dilindungi
dengan PP No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa,
serta dengan Peraturan Menteri LHK RI No. P. 92/MENLHK/Setjen/KUM.1/8/2018
tanggal 30 Agustus 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan No P. 20 /MENLHK/Setjen/KUM.1/6/2018 tanggal 29 Juni
2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang dilindungi.

Pada tanggal 25 Oktober 2018, petugas Polhut dari Balai KSDA Jakarta dan Balai
Besar KSDA Jabar Seksi wilayah Serang bersama-sama dengan tim dokter hewan
dari LK PT TIJA melakukan penyelamatan bayi duyung yang sangat langka tersebut
untuk kemudian dilakukan evakuasi ke sarana karantina di LK PT. TIJA.

Bayi duyung yang diselamatkan diperkirakan berumur 5-6 bulan dengan panjang
110 cm. Pada beberapa bagian tubuhnya terdapat banyak goresan luka karena
terkena jaring nelayan. Setelah dilakukan observasi/pemeriksaan diputuskan bayi
duyung tersebut dibawa ke LK TIJA untuk dititiprawatkan. Beberapa hal yang
menjadi pertimbangan bayi duyung tersebut tidak langsung dilepasliarkan kembali
ke laut antara lain: (1) adanya banyak luka goresan di tubuh yang memerlukan
perawatan; (2) Duyung tersebut masih bayi dan menyusu pada induknya.

Keberhasilan evakuasi/penyelamatan bayi duyung ini tidak lepas dari peran serta
masyarakat yang aktif melapor dan dengan sukarela menyerahkan, respon cepat
dari Direktorat KKH dan koordinasi yang baik antara LK PT TIJA, Balai Besar KSDA
Jawa Barat dan Balai KSDA Jakarta. Semoga bayi duyung ini terus membaik dan
pada saatnya nanti dapat dikembalikan ke habitat alaminya di lautan lepas.
 
Contact person:
Balai KSDA Jakarta

Call center 0812 8964 3727