Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 22 Jun 2012

Pembinaan Homestay 2012

Pada Selasa dan Rabu tanggal 12 - 13 Juni 2012 bertempat di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta kembali mengadakan kegiatan Pembinaan Pengelola Homestay di Pulau Untung Jawa, dalam rangka membina masyarakat disekitar wilayah konservasi.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 22 Jun 2012

BKSDA DKI Jakarta di Pameran FLONA 2012

Pameran Flora Fauna (Flona) ke-27 kembali digelar sejak 15 Juni - 16 Juli 2012 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Jakarta yang ke-485. Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kehutanan yang berada di wilayah DKI Jakarta pun turut berpartisipasi pada kegiatan Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2012 ini, lokasi stand BKSDA DKI Jakarta berada di Blok E No. 29 dan akan dibuka mulai jam 08.00 pagi sampai 20.00 malam.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 11 Apr 2012

BKSDA DKI Jakarta sebagai Peserta Terbaik II pada Indogreen Foresty Expo 2012

The 4th IndoGreen Forestry Expo 2012 hadir kembali pada tanggal 5 - 8 April 2012 kemarin bertempat di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta. IndoGreen Forestry Expo 2012 mengusung tema Green Growth Economy Toward 2020.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 03 Apr 2012

PERINGATAN HARI BHAKTI RIMBAWAN KE-29

29 Maret 2012 kemarin bertempat di kawasan Hutan Kota Srengseng Jakarta Barat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta bersama dengan Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta serta beberapa Suku Dinas Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan peringatan Hari Bhakti Rimbawan Ke-29 Tingkat Provinsi DKI Jakarta dengan tema Dengan Hari Bhakti Rimbawan Kita Tingkatkan Jiwa Korsa Rimbawan Melalui Kegiatan Reboisasi Penghijauan dan Pembangunan Kehutanan yang Berkelanjutan.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 28 Nov 2011

Hari Menanan Pohon Indonesia (HMPI) 28 November 2011

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008, Pemerintah telah menetapkan setiap tanggal 28 November diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), dan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional (BMN). Pada peringatan HMPI tahun 2010 di Jatiluhur, Presiden RI telah mengamanatkan untuk melakukan Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon pada tahun 2011.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 08 Nov 2011

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI SM MUARA ANGKE

Jum'at - Sabtu, 14 s/d 15 Oktober 2011, Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta mengadakan Sosialisasi Pemanfaatan Tumbuhan Eceng Gondok di SM Muara Angke. Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, Haris Yunanto, SH.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 26 Oct 2011

Menhut minta Pramuka pahami ancaman sektor kehutanan

20111011q11 Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkifli Hasan, Meminta Saka Wana Bakti (pramuka di lingkungan kementerian kehutanan) memahami ancaman dan tantangan kehutanan karena laju kerusakan hutan masih tinggi. "Kita berharap pramuka di lingkungan kementerian kehutanan (Kemenhut) mampu menyusun program pembinaan generasi muda yang makin peduli pada masalah kehutanan," kata Menhut saat pelantikan pengurus pimpinan saka wana bakti tingkat nasional masa bakti 2011-2013 di Jakarta, Selasa. Menteri mengingatkan bahwa kementerian kini sedang meningkatkan keberhasilan beberapa program, seperti gerakan menanam, di samping pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Dikatakan, menanam adalah menu wajib para rimbawan, termasuk pramuka di lingkungan kementerian kehutanan. Menu wajib ini yang harus terus ditularkan kepada segenap komponen bangsa dan menjadi menu utama pendidikan generasi muda dalam kegiatan kepramukaan, katanya. Pemerintah melalui kementerian kehutanan kin juga sedang berpacu menanggulangi deforestasi dan degradasi hutan yang belum sepenuhnya bisa diminimalisir. "Laju kerusakan hutan Indonesia yang cukup tinggi tercatat sekitar 700.000 hektare per tahun." Pada kesempatan itu, Menhut mengahjak seluruh unsur kepramukaan di lingkungan kementerian kehutanan untuk berpartisipasi dalam kegiatan hari menanam pohon Indonesia. "Keikutsertaan pramuka dalam kegiatan ini sangat penting sebagai wahana pendidikan untuk menumbuhkembangkan minat dan kepedulian generasi muda terhadap fungsi dan manfaat lingkungan bagi kesejahteraan rakyat," katanya. www.antaranews.com

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 25 Oct 2011

Suaka Margasatwa Muara Angke Untuk Sementara ditutup

Angke7Kami Informasikan bahwa untuk sementara waktu Suaka Margasatwa Muara Angke belum bisa dikunjungi, dikarenakan adanya perbaikan broadwalk yang ada di Suaka Margasatwa Muara Angke. Maka dengan ini Suaka Margasatwa Muara Angke ditutup mulai hari Selasa, 25 Oktober 2011 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 19 Oct 2011

MENHUT Gelar Pertemuan Dengan GEMPALA

20110429034538zulkifli-hasan

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan akan menggelar pertemuan multipihak dengan Generasi Muda Pecinta Alam (GEMPALA) pada tanggal 18 Oktober 2011, bertempat di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan dan memperkuat jaringan kerja Kementerian Kehutanan dengan generasi muda khususnya para kelompok pencinta alam. Pertemuan berupa dialog interaktif antara Menteri Kehutanan dengan para kelompok pencinta alam ini akan dihadiri oleh 500 orang kelompok pencinta alam se-Indonesia, para pejabat eselon I dan II lingkup Kemenhut serta Para Kepala UPT lingkup Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Generasi muda khususnya Kelompok Pecinta Alam diharapkan menjadi pionir dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang bertanggungjawab, menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat tehadap kecintaan pada alam, mengingat kualitas lingkungan hidup dari hari ke hari semakin menurun. Krisis lingkungan hidup yang kita alami saat ini, salah satunya disebabkan oleh kesalahpahaman cara pandang manusia yang masih menempatkan diri sebagai pusat dari segala alam. Kesalahan cara pandang tersebut telah menyebabkan krisis lingkungan berkepanjangan, dan sumber permasalahan tersebut terletak pada masalah moral manusia yang tidak sepenuhnya mematuhi etika lingkungan. Penanaman nilai moral tersebut tidak dapat dilakukan secara mendadak, namun harus mengikuti perjalanan hidup manusia, dari anak-anak hingga usia tua, atau kita kenal dengan istilah pendidikan sepanjang usia (long life education). Kalangan generasi muda, sebagai tulang punggung penerus kehidupan bangsa dan penerus pembangunan di masa depan mempunyai peranan sangat vital di dalam upaya konservasi alam dan lingkungan. Kalangan generasi muda diharapkan dapat berperan aktif dibidang konservasi alam, dengan lebih menggiatkan kegiatan penelitian di bidang konservasi, dengan penemuan-penemuan atau inovasi-inovasi terbaru yang dapat digunakan sebagai solusi permasalahan di bidang konservasi, dan dengan keterlibatan lebih aktif dalam dunia kooservasi. www.dephut.go.id

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 17 Oct 2011

Repatriasi kura-kura moncong babi (carettochelys insculpta) dari Hongkong

1536457p Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan pemerintah Hongkong melakukan repatriasi 610 ekor kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) pada tanggal 5 Oktober di hanggar Bandara Soekarno Hatta. Repatriasi ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Hongkong (CITES Management Authority Hongkong) dengan Pemerintah Indonesia (CITES Management Authority Indonesia) yang didukung Kadori Farm, Hongkong, Yayasan IAR, Indonesia dan stakeholders lainnya dalam upaya penyadaran publik dan konservasi spesies Indonesia. Repatriasi ini berawal pada Januari 2011, ketika CITES Management Authority Hongkong menginformasikan adanya sitaan satwa sejumlah 610 ekor kura-kura moncong babi dan menginisiasi untuk repatriasi ke habitatnya di Indonesia. CITES Management Authority Indonesia menyambut baik repatriasi satwa tersebut untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alamnya di Papua. Repatriasi Kura-Kura Moncong Babi ini telah menyelamatkan keanekaragaman hayati yang merupakan kekayaan negara dengan perkiraan nilai ekonomi sebesar US$ 1,120,000 atau setara dengan 10,08 Milyar. Valuasi ekonomi dilakukan melalui pendekatan harga pasar internasional. Harga per ekor Kura-Kura Moncong Babi ukuran 15 cm di pasar Internasional sekitar US$ 15-20/ekor, sedangkan ukuran 35 cm bisa mencapai US$ 550/ekor. Menurut Goh and O’Riordan (2007) kura-kura moncong babi dewasa dapat mencapai US$ 1500 hingga US$2000. Kura-kura Moncong Babi atau disebut juga Labi-labi Moncong Babi merupakan salah satu jenis reptil yang hidup di air tawar.  Penyebaran satwa ini  terbatas hanya di tiga negara yaitu Indonesia di Papua bagian Selatan, Papua New Guinea bagian Selatan dan Australia bagian Utara. Di Pulau Papua Bagian Selatan sebaran Kura-Kura Moncong Babi meliputi Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, Bovendigoel, Mimika, Dogiyai, sampai ke Kaimana. Habitat Kura-kura Moncong Babi adalah rawa dan sungai, sedangkan untuk bertelur adalah pasir. Dalam 1 sarang rata-rata ditemukan telur sebanyak ± 800 butir. Status konservasi satwa ini adalah “dilindungi” berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, dan “Vulnerable” berdasarkan red data book IUCN yang artinya jenis yang terancam kepunahan. Sementara itu dalam konvensi perdagangan internasional spesies langka flora dan fauna, CITES (Convention International Trade in Endangerd Species of Wild Flora and Fauna), satwa ini masuk dalam Appendiks II CITES. Dalam perdagangan, labi-labi merupakan salah satu jenis satwa yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Selain dipasarkan sebagai hewan peliharaan (pet), labi-labi juga dipasarkan untuk dikonsumsi dagingnya karena mengandung gizi yang tinggi dan disinyalir berkhasiat sebagai obat, bahan baku industri dan kosmetik. Samedi dan Iskandar (2000) mencatat perdagangan ilegal Carettochelys insculpta dari Merauke dan Timika, Papua, ke Makasar (Sulawesi), Jakarta dan Surabaya (Jawa) serta Denpasar (Bali), dan seterusnya diselundupkan melalui Singapura ke China, Jepang, Thailand dan bahkan sampai ke Eropa. Pemanfaatan terhadap satwa dilindungi tidak diperbolehkan kecuali hasil penangkaran. Tingginya permintaan akan labi-labi atau kura-kura Moncong Babi telah menyebabkan tingginya perburuan dan perdagangan illegal yang berimplikasi pada penurunan populasi secara cepat di alam. Terhadap masalah perburuan dan perdagangan illegal kura – kura moncong babi, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan beserta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah telah melakukan upaya-upaya penegakan hukum, yang dilaksanakan baik secara Preemtif melalui penyuluhan, sosialisasi, dan kampanye; serta Preventif melalui pengawasan peredaran TSL di Bandara dan Pelabuhan Laut, kolaborasi dan koordinasi dengan pihak bandara, pelabuhan, POLRI, TNI (AURI) dan PT. Freeport.  Upaya Represif melalui operasi-operasi juga dilakukan. www.dephut.go.id

Baca Selengkapnya