Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Suaka Margasatwa Pulau Rambut merupakan kawasan suaka alam dengan ciri khas sebagai habitat Mangrove dan habitat burung khususnya jenis-jenis burung merandai dan beberapa burung migran seperti Bluwok (Mycteria nicerea). Suaka margasatwa ini terkategori ke dalam ekosistem lahan basah (Wetland), dan masuk dalam pengelolaan ekosistem esensial sesuai dalam Inpres 03 Tahun 2010 tentang Pembangunan Yang Berkeadilan.

DESKRIPSI KAWASAN

Letak Geografis dan Administratif

Secara geografis, Suaka Margasatwa Pulau Rambut terletak pada 106,5 o 41’ 30” BT dan 5,5 o 58’ 30” LS. Berdasarkan administrasi pemerintahan, kawasan Suaka Margasatwa Pulau Rambut terletak di Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kotamadya Kepulauan Seribu.

Sejarah Kawasan dan Progres Pengukuhan

Pulau Rambut ditetapkan secara resmi sebagai cagar alam melalui Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 7 tanggal 3 Mei 1937 dengan luas kawasan sebesar 20 ha. Dalam perkembangannya, kondisi Cagar Alam Pulau Rambut terus berubah, mengalami kerusakan pada vegatasi Mangrove yang disebabkan oleh sampah organik maupun anorganik serta terdapat indikasi berkurangnya jenis burung dan populasi mamalia jenis Kalong (Pterus vampyrus). Selanjutnya pada tahun 1999 terjadi perubahan status dari cagar alam menjadi suaka margasatwa yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 275/KPTS-II/1999 tertanggal 7 Mei 1999 tentang perubahan status Cagar Alam Pulau Rambut menjadi Suaka Margasatwa Pulau Rambut dengan luas 90 Ha yang terdiri dari 45 Ha daratan dan 45 Ha perairan.

POTENSI KAWASAN

Keanekaragaman Flora

Suaka Margasatwa Pulau Rambut terdiri dari tiga tipe ekosistem hutan yaitu hutan pantai, hutan sekunder campuran dan hutan mangrove. Vegetasi yang terdapat di tipe hutan pantai adalah Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), Kepuh (Sterculia foetida), Ketapang (Terminalia catappa), Waru laut (Thespesia populnea) dan Centigi (Pemphis acidula). Tipe hutan sekunder campuran ini ditumbuhi oleh pohon-pohon yang tinggi diantaranya adalah Kepuh (Sterculia foetida), Kesambi (Schleichera oleosa), Kayu Hitam (Diospyros maritima), Mengkudu (Morinda citrifolia), Soka (Ixora timorensis), dan Ketapang (Terminalia catappa). Sedangkan vegetasi yang terdapat pada tipe hutan Mangrove seperti Pasir-pasir (Ceriops tagal), Bakau (Rhizophora mucronata) dan Bola-bola (Xylocarpus granatum).

Keanekaragaman Fauna

Suaka Margasatwa Pulau Rambut memiliki tingkat keanekaragaman tinggi khususnya untuk jenis burung. Pada musim berbiak, di pulau ini bisa terdapat sekitar 24.000 spesies burung dan 4.500 spesies burung pada musim lainnya sehingga sering kali Pulau Rambut disebut dengan Pulau Surga Burung (Rambut Island of Sanctuary Birds). Adapun jenis burung yang terdapat di suaka margasatwa ini seperti Cangak Abu (Ardea cinerea), Pecuk Ular (Anhinga melanogaster), Bluwok (Mycteria cinerea), Kowak Malam (Nycticorax nicticorax), Cangak Merah (Ardea purpurea), Kuntul besar (Egretta alba), Kuntul kecil (Egretta garzetta), Kuntul sedang (Egretta intermedia), Kuntul karang (Egretta sacra), Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis), Roko-roko (Plegadis falcinellus), Pelatuk Besi (Threskiornis melanocephalus) dan sebagainya.

AKSESIBILITAS

Penyeberangan Tanjung Pasir

Dari Jakarta bisa naik bis arah Terminal Kalideres, kemudian naik angkot ke arah Pintu Air Tangerang, kemudian naik angkutan (Elf) sampai Kampung Melayu (Teluk Naga) dan naik angkot ke Tanjung Pasir. Tarif sewa kapal sampai Suaka Margasatwa Pulau Rambut sebesar Rp 15.000.

Pelabuhan Muara Angke

Jadwal perahu yang ke arah Kepulauan Seribu pukul 07.00 WIB turun di Pulau Untung Jawa kemudian menyeberang ke Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Tarif perahu dari Pelabuhan Muara Angke ke Pulau Untung Jawa sebesar Rp 20.000 dan Pulau Untung Jawa ke Suaka Margasatwa Pulau Rambut Rp 5.000.

Loading tweets ...