Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 23 Nov 2019

Jakarta, 22 November 2019. Balai KSDA Jakarta didukung Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar acara Ngobrol Santai Konservasi (Ngonser) dengan tema “Mengenal Ekosistem Mangrove di Indonesia” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.

Acara ini merupakan bagian dari kegiatan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Wanabakti Nasional 2019 yang dihadiri oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega anggota Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti dari seluruh Indonesia dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan secara khusus dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta Ahmad Munawir menyampaikan kepada peserta tentang arti penting ekosistem mangrove serta upaya pelestariannya.

“Ekosistem mangrove dapat membantu mencegah erosi dengan menstabilkan garis pantai, melindungi masyarakat dari badai dan banjir untuk mengatasi perubahan iklim, serta menyimpan sejumlah besar karbon," jelasnya. 

Ahmad Munawir menjelaskan mangrove adalah salah satu ekosistem paling produktif di bumi, dan memberikan banyak fungsi penting, di antaranya area pembibitan yang penting untuk ikan dan invertebrata. Selain spesies yang penting secara komersial, mangrove juga menjadi habitat bagi sejumlah spesies yang terancam dan hampir punah.

"Peran serta yang dapat dilakukan oleh generasi muda adalah dengan menjaga kelestarian ekosistem mangrove untuk masa depan kehidupan," jelasnya. 

Andi Nurmana, salah seorang peserta yang berasal dari Lampung mengaku sangat terkesan setelah mengikuti diskusi interaktif ini. “Saya jadi paham tentang arti penting ekosistem mangrove. Dan saya selaku generasi muda harus berperan aktif dalam melestarikan lingkungan termasuk ekosistem mangrove,” ungkapnya. 

Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis yang signifikan, baik bagi manusia maupun alam. Upaya pelestariannya memerlukan sinergi semua pihak, termasuk generasi muda. 

Acara Ngobrol Santai Konservasi (Ngonser) merupakan bagian dari rangkaian acara  Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Kalpataru dan Wanabakti (Pertikawan) Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur pada 18-25 November 2019.

Kegiatan yang diselengarakan  Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan KLHK diikuti sekitar 3.000 pramuka Penegak dan Pandega utusan kwartir daerah di Indonesia. Tujuan kegiatan ini sebagai wahana mengaplikasikan keterampilan dan memberikan kecakapan bagi anggota Satuan Karya (Saka) Wanabakti dan Kalpataru.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya pada Selasa (19/11/2019) membuka langsung kegiatan ini. Sebelumnya, kegiatan ini diawali dengan sambutan Wakil Ketua Kwartir Nasional Bidang Saka, Sako dan Gugus Darma, Laksamana Muda TNI (purn) Kingkin Suroso.

Menteri Siti dalam pidatonya mengajak para anggota Pramuka untuk berperan dalam perbaikan lingkungan hidup demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang.

"Gerakan Pramuka Indonesia dapar menjadi lokomotif perbaikan dan pemeliharaan lingkungan hidup di negeri ini," terang Menteri Siti Nurbaya.