Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

A.      Keadaan Umum

A.1.  Letak, Luas dan Status

Angke Kapuk seluas 99,82 Ha ditetapkan  menjadi Taman Wisata Alam  berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 667/Kpts-II/1995, sebagai bagian dari kawasan hutan Angke Kapuk.

Secara administrasi pemerintahan, Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWAAK) terletak di Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara.  Secara geografis terletak pada 106°43’ - 106°45’ Bujur Timue dan 6°05’ - 6°07’ Lintang Selatan.

Batas TWAAK adalah sebagai berikut :

  • sebelah barat berbatasan dengan tambak milik Dinas Perikanan
  • sebelah selatan berbatasan dengan jalan akses menara radar dan tanah penduduk
  • sebelah timur berbatasan dengan kawasan Pantai Indah Kapuk dan Hutan Lindung
  • sebelah utara berbatasan dengan pantai.

 

A.2.  Keadaan Kawasan

Kawasan TWAAK terletak pada dataran rendah (mendekati pantai) dengan profil tanah datar, ketinggian 0 – 2 meter di atas permukaan laut.  Jenis tanah Alluvial Kelabu Tua dengan tekstur Lempung Liat Berdebu.

Iklim di kawasan ini termasuk ke dalam tipe A (klassifikasi Schmidt dan Ferguson), suhu udara rata-rata tertinggi jatuh pada bulan Oktober yaitu sebesar 27,3°C dan suhu rata-rata terendah jatuh pada bulan Pebruari yaitu sebesar 25,9°C.  Rata-rata kelembaban nisbi adalah 82,96%, kelembaban tertinggi jatuh pada bulan Januari sebesar 87% dan kelembaban terendah jatuh pada bulan September yaitu sebesar 79%.  Curah hujan tertinggi jatuh pada bulan Januari sebesar 338 mm dan terendah pada bulan Oktober sebesar 60 mm.

Kondisi hidrologi kawasan dipengaruhi oleh keadaan tambak, sungai dan pasang surut dengan keadaan air yang berkadar garam 20 – 40%, sehingga keperluan air tawar didatangkan dari perkampungan sebelah selatan atau PDAM DKI Jakarta.  Beberapa sungai kecil di dalam kawasan hanya merupakan kanal dan saluran air yang menghubungkan tambak-tambak.

 

A.3.  Aksesibilitas

Aksesibilitas menuju TWA Angke Kapuk dapat ditempuh dengan :

  • Kendaraan umum :

-          Dari terminal Kali Deres tersedia bis dan angkutan ke arah Cengkareng, tepatnya di Mal Cengkareng, kemudian naik angkutan ke arah Kamal Muara dan dapat ditempuh dalam 45 menit.

-          Dari terminal Kampung Rambutan tersedia bis umum yang menuju Muara Angke, tepatnya di pintu gerbang Perumahan PantaiIndah Kapuk.  Selanjutnya dapat menggunakan jasa ojek sepeda selama 30 menit.

-          Dari Kantor Kelurahan Kamal Muara pengunjung dapat menggunakan jasa ojek sepeda motor menuju Hutan Wisata Angke Kapuk sejauh 1 Km.

  • Kendaraan pribadi/carteran :

-          Dari kantor Kelurahan Muara Angke ditempuh selama 20 menit.  Sedangkan dari Tol Dalam Kota menuju arah Tol Bandara Soekarno Hattta, kemudian keluar arah Kamal Muara/Cengkareng, dapat ditempuh selama 30 menit.

 

A.4.  Keadaan Penduduk Sekitar Kawasan

Lapangan kerja utama yang menjadi sumber mata pencaharian penduduk di Kelurahan Kapuk Muara adalah nelayan (48,92%), buruh (26,02%) dan karyawan swasta/negeri (11,61%).  Budaya masyarakat sekitar kawasan merupakan campuran dari berbagai suku bangsa.

 

B.      Potensi Pariwisata Alam

B.1.  Ekosistem

Jenis flora yang terdapat dalam kawasan  TWA Angke Kapuk terdiri dari jenis-jenis mangrove dan jenis hutan pantai/rawa.  Beberapa jenis mangrove yang mendominasi kawasan ini antara lain : Bidara (Sonneratia caseolaris), Warakas (Acrostichum aureum), Api-api (Avicennia marina), Cantigi (ceriops spp), Buta-buta (Excoecaria agallocha) dan Bakau (Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa).  Sedangkan jenis flora pantai/rawa adalah Waru Laut (Hibiscus tiliaceus), Bluntas (Pluchea indica), Mendongan (Scripus littoralis), Kedondong Laut (Polysia frutucosa), Flamboyan (Delonix regia), Kitower (Deris heterophyla) dan Duri Busyetan (Mimosa sp).

Jenis-jenis fauna yang  mendominasi umumnya adalah jenis burung merandai dan hampir seluruhnya merupakan satwa yang dilindungi.  Beberapa jenis diantaranya adalah Pecuk Ular (Anhinga melanogaster), Kowak Maling (Nycticorax nycticorax), Kuntul Putih (Egretta sp), Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis), Cangak Abu (Ardea cinerea), Blekok (Ardeola sp), Belibis (Anos grobcaritrous), Cekakak (Halcyon chloris), selain itu juga terdapat beberapa jenis reptil.  Fauna khas yang hanya dapat ditemukan di hutan mangrove adalah Ikan Gelodok/Gelosoh (Glossogobius giuris) dan Udang Bakau (Thalassina anomata).

 

B.2.  Daya Tarik Obyek Wisata

Potensi kawasan TWA Angke Kapuk yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan antara lain :

  • Daerah Pantai, untuk wisata bahari seperti keindahan panorama pantai dan perahu wisata
  • Hutan Bakau, sebagai arena atraksi seperti penjelajahan hutan dengan menggunakan jalan kayu di atas kanopi (board walk), foto hunting dan beranekaragamnya jenis burung pantai yang hidup secara bebas akibat pulihnya kondisi hutan bakau di daerah tersebut
  • Daerah Rawa dan Tambak, dapat dikembangkan menjadi tempat pemancingan
  • Sungai, sebagai sarana wisata air seperti perahu wisata dan pemancingan.

B.3.  Potensi Wisata Sekitar Kawasan

Potensi wisata sekitar kawasan TWAAK adalah Suaka Margasatwa Muara Angke dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke.

 

B.4.  Kegiatan Wisata Yang Dapat Dilakukan

Jenis kegiatan wisata yang dapat dilakukan di kawasan TWAAK antara lain :

  • Wisata bahari, dengan menikmati pantai dan perahu wisata
  • Wisata alam, meliputi berkemah, lintas alam, pengamatan flora/fauna serta menikmati keindahan alam
  • Wisata air, meliputi memancing, bersampan dan ski air

 

Loading tweets ...