Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 02 Jul 2026

JAKARTA, 02 Juli 2026 — Perjalanan panjang kegiatan konservasi dalam menyelamatkan fauna endemik Indonesia terus melangkah secara konsisten. Komitmen pengembalian satwa ke rumah aslinya kembali dibuktikan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan translokasi sebanyak 22 ekor satwa liar hasil penanganan. Seluruh satwa tersebut diberangkatkan dari fasilitas Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur, Jakarta Barat, menuju ke kawasan operasional BKSDA Maluku.

Agenda pemindahan satwa lintas pulau ini dilangsungkan melalui koordinasi terpadu antarunit pelaksana teknis di wilayah asal dan tujuan. Penanganan bersama ini sangat krusial untuk memastikan kesiapan tempat penerimaan serta kelancaran proses habituasi satwa di daerah sebaran alaminya.

Rincian 22 ekor satwa liar yang ditranslokasikan terdiri atas berbagai jenis burung eksotis, reptil, hingga krustasea langka. Satwa tersebut meliputi satu ekor kakatua maluku (Cacatua moluccensis), tiga ekor kasturi ternate (Lorius garrulus), lima ekor nuri maluku (Eos bornea), dan delapan ekor nuri bayan (Eclectus roratus).

Selain spesies avifauna paruh bengkok, tim teknis juga mengangkut empat ekor ketam kenari (Birgus latro) serta satu ekor biawak aru (Varanus beccarii). Keanekaragaman jenis ini menunjukkan cakupan perlindungan satwa yang ditangani oleh fasilitas penyelamatan di Jakarta.

Proses keberangkatan diawali dengan pemindahan seluruh satwa secara hati-hati ke dalam kandang angkut khusus (pet crate) berstandar penerbangan. Tahapan berikutnya mencakup pengurusan kelengkapan dokumen administrasi kargo udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Petugas BKSDA Jakarta mengawal ketat pergerakan kandang angkut mulai dari terminal kargo hingga memasuki area penanganan khusus (Pet Handling Room). Pengawasan intensif dilakukan selagi menunggu jadwal penerbangan pesawat kargo Garuda Indonesia menuju Ambon.

Seluruh tahapan persiapan angkut dijalankan dengan mematuhi kaidah keselamatan dan kesejahteraan hewan (animal welfare) secara ketat. Penanganan yang cermat sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan satwa tetap prima serta meminimalisasi tingkat stres selama perjalanan udara.

Translokasi menjadi instrumen konservasi vital untuk memulihkan populasi alami satwa liar di habitat aslinya. Pengembalian satwa ke wilayah asal sekaligus memutus dampak pemeliharaan ilegal yang sempat memisahkan satwa dari lingkungan alaminya.

BKSDA Jakarta mengimbau masyarakat luas untuk terus mendukung upaya perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dengan tidak membeli atau memelihara satwa dilindungi. Menjaga satwa tetap hidup bebas di hutan merupakan langkah terbaik dalam merawat keseimbangan ekosistem Nusantara.

Pengiriman 22 ekor satwa ke Maluku ini menutup rangkaian panjang proses rehabilitasi sebelum satwa dilepasliarkan kembali. BKSDA Jakarta berkomitmen untuk terus mengawal agenda penyelamatan dan pemulihan satwa secara konsisten demi kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.