Mahasiswa UI Aksi Clean Up Day di Cagar Alam Pulau Bokor, Upaya Bersama Tekan Sampah Laut
JAKARTA, 15 Juli 2026 — Edukasi lingkungan yang paling berkesan dan berdampak jangka panjang adalah edukasi yang dirasakan serta dipraktikkan secara langsung di lapangan. Komitmen pembelajaran berbasis aksi nyata ini ditunjukkan melalui kolaborasi BKSDA Jakarta bersama generasi muda terdidik.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta memfasilitasi giat aksi lingkungan di kawasan Cagar Alam Pulau Bokor (CAPB), Kepulauan Seribu. Aksi kolaboratif ini melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi AIESEC Universitas Indonesia (UI) serta mahasiswa magang dari Universitas Brawijaya.
Cagar Alam Pulau Bokor merupakan salah satu kawasan konservasi perairan di Jakarta yang memegang status perlindungan paling ketat guna menjaga keaslian ekosistemnya. Karena status hukumnya sebagai cagar alam, akses masuk ke wilayah ini sangat dibatasi dan wajib mengantongi izin Surat Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI).
Meskipun areanya terisolasi dari pemukiman warga, Pulau Bokor tak luput dari ancaman sampah laut (marine debris) yang terbawa oleh arus ombak perairan Teluk Jakarta. Penumpukan sampah anorganik di garis pantai menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup flora dan fauna di dalam kawasan.
Menjawab tantangan pencemaran tersebut, para mahasiswa bersama staf BKSDA Jakarta bahu-membahu menggelar aksi pembersihan pantai dalam bingkai Clean Up Day. Pesisir pantai disisir secara teliti untuk mengumpulkan berbagai limbah plastik, kayu, dan kotoran anorganik lainnya.
Masuknya limbah plastik ke wilayah konservasi sangat berbahaya karena membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami di alam. Serpihan mikroplastik berpotensi tertelan oleh satwa laut serta merusak struktur terumbu karang di sekitar perairan cagar alam.
Aksi pembersihan sampah pantai tersebut dilanjutkan dengan tahapan pemilahan limbah berdasarkan kriteria jenis material plastik, kaca, dan sampah organik. Proses pemilahan ini memberikan edukasi teknis bagi peserta mengenai pentingnya pengelolaan rantai sampah secara bertanggung jawab.
Tak hanya berfokus pada aksi Clean Up Day, para mahasiswa juga diajak masuk ke dalam vegetasi hutan untuk melangsungkan giat pemantauan habitat satwa liar. Pengalaman jelajah hutan cagar alam memberikan pemahaman mendalam mengenai keanekaragaman hayati asli Kepulauan Seribu.
Giat kolaborasi aksi lingkungan bersama kalangan civitas akademika ini menjadi bukti nyata keterlibatan pemuda dalam merawat ekosistem pesisir. Pelibatan generasi muda berpendidikan menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan kampanye perlindungan lingkungan hidup.
BKSDA Jakarta menekankan bahwa merawat alam tidak cukup sekadar mengandalkan slogan manis maupun janji-janji besar semata. Kepedulian yang diwujudkan lewat tindakan fisik antar-generasi di lapangan merupakan kunci utama agar ekosistem Nusantara tetap lestari.
Rangkaian aksi Clean Up Day dan pemantauan di Cagar Alam Pulau Bokor ini ditutup dengan semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Konservasi Alam Nasional. Langkah kolaboratif yang dimulai dari aksi kecil hari ini menjadi fondasi berharga bagi keberlanjutan masa depan lingkungan Indonesia.