Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 29 Oct 2019

Bogor, 29 Oktober 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta, berdasarkansurat persetujuan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam danEkosistem nomor: S.396./KSDAE/KKH/KSA.2/10/2018 tanggal 1 Oktober 2018 perihal Pemanfaatan TSL, melaksanakan serah terima opsetan kepada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 29 Oktober 2019 bertempat di Ruang Sidang Komodo, Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB. Opsetan yang diserah terimakan sebanyak 32 buah opsetan diantaranya Harimau Sumatera, Beruang Madu, Trenggiling, Buaya Muara, Biawak Hitam, Penyu Sisik, dan Kerang Kepala Kambing, opsetan tersebut merupakan hasil penyerahan sukarela dari masyarakat. Opsetan ini diharapkan kedepan dapat digunakan sebagai media untuk pendidikan, riset dan edukasi di Fakultas Kehutanan IPB.

Dekan Fakultas Kehutanan IPB, Dr. Rinekso Soekmadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa IPB mengapresiasi penitipan opsetan satwa liar ini. "Dahulu opsetan seperti ini biasanya dimusnahkan. Jangan sampai kita kehilangan 2 kali, kehilangan satwa hidupnya dan kehilangan spesimennya. Kedepan kami akan membuat galeri konservasi, sehingga spesimen seperti ini dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran" imbuh Rinekso.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, drh. Indra Exploitasia mewakili Dirjen KSDAE secara seremonial menyerahkan opsetan kepada Dekan Fakultas Kehutanan IPB. Dalam Sambutanya Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati menyampaikan bahwa sebagaimana ketentuan di dalam Peraturan Pemerintah No. N 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar serta ketentuan di dalam SK Menteri Kehutanan Nomor 447 tahun 2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran TSL, bahwa spesimen TSL baik utuh maupun bagian bagiannya yang memilki nilai ilmiah dan edukasi dapat disimpan dilembaga riset/pendidikan.   Selanjutnya, “Semoga kedepan opsetan ini bisa dimanfaatkan oleh Fakultas Kehutanan IPB sebagai media belajar mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB” imbuh Indra. "Saya berharap spesimen ini dapat dimanfaatkan untuk studi genetis, jangan sampai kita kehilangan sumber daya genetis yang sangat luar biasa ini. Saya juga berharap IPB bisa memberikan kontribusi nyata terhadap upaya konservasi yang telah dilakukan oleh KLHK dan perlu ada penelitian yang aplikatif terhadap masalah yang ada dan mampu memberikan nilai ekonomis" pungkas Indra menutup sambutanya.

Ahmad Munawir, Kepala BKSDA Jakarta pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa opsetan ini merupakan hasil penyerahan masyarakat secara sukarela kepada BKSDA Jakarta. “BKSDA Jakarta secara intens mensosialisasikan kepada masyarakat luas melalui berbagai pertemuan dan media sosial tentang tata aturan kepemilikan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup atau mati (opsetan), dan Alhamdulillah belakangan ini banyak masyarakat yang menyerahkan satwa atau opsetan kepada BKSDA Jakarta” imbuh Munawir.