Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 11 Jun 2020

Jakarta, 11 Juni 2020

Pada tanggal 8 - 10 Juni 2020, Balai KSDA Jakarta melaksanakan kegiatan konsultasi (studi banding)  terkait kegiatan pemberdayaan masyarakat di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. 

Maksud dan tujuan dari kegiatan konsultasi (studi banding) ini adalah: 1) Sebagai tindak lanjut rekomendasi Inspektorat Kementerian LHK terkait pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mengusulkan agar dilaksanakan studi banding ke Balai TN Gunung Ciremai; 2) Melakukan pembelajaran terkait pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di Taman Nasional Gunung Ciremai yang cukup berhasil. Hal yang baik dan positif yang bisa diterapkan di BKSDA Jakarta dapat menjadi sarana perubahan / inovasi dalam rencana kegiatan pemberdayaan di BKSDA Jakarta; 3) Media / sarana untuk berbagi pengalaman dan informasi serta menjalin relasi / hubungan antar sesama UPT KSDAE.

Kegiatan difokuskan pada pengelolaan Bumi Perkemahan Ipukan dan Bumi Perkemahan Palutungan yang mengembangkan izin jasa wisata di dalam kawasan. Beberapa pembelajaran yang diperoleh antara lain : a) Pendekatan persuasif dari Balai kepada masyarakat khususnya petani penggarap untuk mengalihkan profesinya menjadi pelaku wisata mengingat potensi jasa lingkungan dan wisata yang sangat besar. Dibutuhkan proses yang tidak mudah dan tidak sebentar untuk membentuk masyarakat dengan pola pikar (mindset) lama yang tertanam. Di Buper Palutungan, pembelajaran perubahan pola pikir pengurus koperasi yang sebelumnya sebagai pegawai swasta yang bemental pegawai menjadi orang yang bermental manajer yang mengelola organisasi dan dituntut kreativitas dan inovatif. b) Peran pendamping yang selalu siap memberikan bimbingan dan konsultasi kepada anggota kelompok/koperasi, c) Memunculkan beberapa spot untuk menghindari penumpukan pengunjung, d) Inovasi, dimana pada Buper Ipukan ada kerjasama dengan pihak hotel Horison dengan menawarkan kepada tamu hotel untuk menikmati sensasi berkemah di TN Gunung Ciremai, e)  Penguatan dan pembagian peran dalam organisasi yang cukup baik. Dengan tingkat kunjungan yang sangat tinggi, aspek pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjung selalu menjadi prioritas pengelola baik Balai TNGC dan pengurus koperasi, f) Balai TNGC senantiasa memberikan pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas SDM pengurus koperasi dalam upaya meningkatkan pelayanan dan perbaikan organisasi, g) Masyarakat khususnya pengurus koperasi mengetahui aturan yang terkait dengan pengelolaan izin jasa. Kewajiban dan hak serta aturan lainnya terkait dengan pengelolaan wisata di kawasan konservasi sudah dapat dipahami.

Hal lainnya yang menjadi sarana pembelajaran dari TN Gunung Ciremai adalah pengelolaan bioprospeksi di TN Gunung Ciremai. Terilhami dari cara bercocok tanam dengan mengunakan pupuk dari serasah dan tanah di Gunung Ciremai, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mengadakan penelitian terhadap topsoil dan seresah tersebut sebagai penyubur tanaman, Balai TNGC berkerjasama dengan Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Insitut Pertanain Bogor (IPB), dengan tujuan untuk mendapatkan Beneficial Microbes bagi Tanaman untuk patogen serangga, PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria/pemacu pertumbuhan) dan Anti frost. Tujuan akhir dari pengelolaan bioprospeksi adalah merubah perilaku ke arah pertanian sehat sekaligus menjaga keseimbangan dan kelestarian kawasan TNGC.

Penulis : Richard M Sirait (Penyuluh Muda BKSDA Jakarta)