Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 30 Dec 2020

Bertempat di TWA Angke Kapuk, Balai KSDA Jakarta melaksanakan kegiatan Seminar Makalah Fungsional. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai media dalam menyampaikan hasil makalah pejabat fungsional lingkup Balai KSDA Jakarta. Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan ada perbaikan dan penyempurnaan terhadap makalah yang telah disusun dan dipresentasikan.

Kegiatan seminar dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2020 dengan menghadirkan 3 (tiga) orang pemrasaran dari fungsional Polhut BKSDA Jakarta, yaitu Sukarman, S.H., Jubaedah, S.Hut, dan Ermawati, S.Hut.

Sukarman menyampaikan makalah yang berjudul "Komunikasi Efektif yang Dapat Memberikan Rasa Memiliki di Suaka Marga Satwa Muara Angke Balai KSDA Jakarta". Makalah ini ingin melihat efektivitas pelaksanaan komunikasi yang sudah terjalin dengan para mitra terkait permasalahan kawasan. Sukarman menyajikan beberapa pendekatan komunikasi yang efektif untuk mengatasi permasalahan yang dijumpai.

Jubaedah menyampaikan makalah yang berjudul "Pendataan Satwa Liar Sebagai Implementasi Permen LHK No P.106 Tahun 2018 di Resort Jakarta Selatan". Mekanisme pendataan TSL di Resort Jakarta Selatan terdapat 4 (empat) mekanisme yaitu dengan cara pendataan melalui kontes / lomba, lapor langsung, aplikasi, dan patroli. Mekanisme yang dipandang efektif adalah melalui aplikasi secara online dengan memanfaatkan google form. Jumlah jenis TSL berdasarkan hasil pendataan TSL di Resort Jakarta Selatan terdapat 31 jenis burung dengan berturut-turut dari yang terbanyak : Cucak Ijo (Chloropsis sonnerati), Murai Batu (Copsychus malabaricus), Cucak Jenggot (Alophoixus bres), Kapas Tembak (Pycnonotus plumosus), dan Pleci (josterops). Pemrasaran menyarankan penyusunan data base untuk menghasilkan data informasi yang informatif, valid, dan akuntabel.

Ermawati menyampaikan makalah yang berjudul "Pendataan Satwa Liar Sebagai Implementasi Permen LHK No P.106 Tahun2018 di Resort Jakarta Barat". Mekanisme pendataan yang digunakan sama dengan pemrasaran Jubaedah. Hasil yang diperoleh bahwa kecamatan Cengkareng menjadi kecamatan dengan jumlah kepemilikan burung dilindungi terbanyak dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Beberapa saran dari pemrasaran antara lain : 1) mengoptimalkan pendataan TSL sampai batas akhir 21 Januari 2021; 2) Agar dibangun database seluruh hasil pendataan TSL di seluruh resort yang ada di BKSDA Jakarta; dan 3) Rapat koordinasi dengan instansi terkait, guna membahas pelaksanaan pengawasan peredaran dan kepemilikan TSL.

Hasil telaah oleh Septi Eka Wardhani dari Bagian Kepegawaian dan Ortala KSDAE disampaikan bahwa isi makalah sudah sesuai dengan SE. 02/Peg-4/2015 namun perlu pendalaman metode penelitian dan analisa makalah. Selain itu dengan jabatan pemrasaran sebagai polhut ahli diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dalam pengambilan keputusan untuk Kepala Balai KSDA Jakarta terkait peredaran tumbuhan dan satwa liar tersebut.

 

Penulis: Richard Sirait, Penyuluh BKSDA Jakarta