Edukasi Konservasi Menjadikan Spirit Dalam Membangun Wawasan Pelajar Masa Kini
Jakarta, 2 Maret 2023. Bertempat di sekolah SDN Kampung Rawa 02 Jakarta Pusat telah melaksanakan kegiatan program KSDAE Mengajar, yang mana ini merupakan salah satu program Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan pelajar yang biasanya dikenal dengan kegiatan Visit to School. Balai KSDA Jakarta sudah rutin melaksanakan kegiatan dimaksud semenjak tahun 2019 bersama Kelompok Edukasi Konservasi Satwa, Tumbuhan dan Lingkungan (EKSATLI) dengan istilah Sambang Sekolah (Visit to School).
Kegiatan ini merupakan ujung tombak dalam pengenalan lingkungan dan konservasi pada masyarakat dan para pelajar. Pendidikan konservasi merupakan proses pembelajaran untuk membangun spirit masyarakat dan pelajar, tentang lingkungan untuk pembangunan berwawasan masa kini dan memperhatikan generasi masa mendatang. Hal ini bertujuan untuk mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihal atau element masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masayakat tentang nilai-nilai lingkungan serta isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian guna kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang.
Pagi ini kegiatan Visit to School dilaksanakan di SDN Kampung Rawa 02 Jakarta Pusat yang di ikuti oleh kelas V dan VI sebanyak ± 200 orang siswa/i dengan didampingi oleh guru pendamping. Ibu Wakil Kepala Sekolah SDN Kampung Rawa 02, Rohimah menyatakan bahwa kegiatan hari bukan menjadi kegiatan akhir akan tetapi sebagai langkah awal dalam upaya pengembangan untuk dapat menciptakan siswa yang berkarakter, berprestasi, terampil dan memiliki wawasan lingkungan. Hal ini selaras dengan program Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) dan menciptakan sekolah Adiwiyata, yang mana dibutuhkan pendampingan dalam kedepannya.
Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan sangat baik, hal ini dibuktikan keaktifan para siswa/i dalam mengikuti rangkaian penyampaian materi, diskusi dan games yang diberikan. Karena metode yang diberikan menggunakan game based learning, yang mana metode pembelajaran yang menggunakan aplikasi permainan/game yang telah dirancang khusus untuk membantu dalam proses pembelajaran. Selain itu juga diperkenalkan profesi yang berkaitan pada bidang lingkungan hidup dan kehutanan (LHK), yang diantaranya Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan Penyuluh Kehutanan.
Dhila (Siswa Kelas VI), menyampaikan ketertarikannya akan profesi pada bidang lingkungan hidup dan kehutanan, serta harapannya bahwa dengan adanya kegiatan ini akan semakin menumbuhkan sikap akan kepedulian lingkungan khususnya di lingkungan sekolah.
Sumber: Sri Mulyani Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta