Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 18 Jun 2021

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi bagian dari kehidupan manusia saat ini. Hampir seluruh aktivitas manusia tidak terlepas dari peran teknologi informasi, baik untuk aktivitas pribadi maupun interaksi sosial antar sesama. Salah satu produk TIK adalah teknologi multimedia yang memerlukan media teks, gambar, animasi, audio dan video dalam menyampaikan sebuah informasi. Dalam multimedia banyak bidang yang bisa dipelajari, salah satunya adalah videografi.

Selain sebagai sarana hiburan, videografi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang kerap digunakan oleh tenaga pengajar (guru) di sekolah. Dengan penyampaian informasi dan komunikasi melalui video diharapkan kegiatan belajar mengajar menjadi semakin menarik.

Balai KSDA Jakarta sebagai salah satu UPT Ditjen KSDAE KLHK memiliki beberapa fungsi yang salah satunya adalah penyediaan data dan informasi, promosi dan pemasaran konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya melalui membuat pembuatan video-video edukasi dan penyuluhan yang efektif serta menarik tentang konservasi alam dan lingkungan. Hal inilah yang menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan pelatihan videografi edukasi. Kegiatan pelatihan videografi dilakukan dengan melibatkan salah satu kelompok/mitra binaan Balai KSDA Jakarta, yaitu kelompok EKSATLI (Edukasi Satwa, Tumbuhan, dan Lingkungan Hidup) dengan narasumber dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (IAR) Indonesia dan Balai Besar Taman Nasionl Gunung Gede Pangrango.

Pelatihan Videografi Edukasi dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 16 s/d 17 Juni 2021di Hotel Izi Bogor untuk pelaksanaan teori dan Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB), Sukabumi untuk pelaksanaan praktek. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Balai KSDA Jakarta, Karyadi. Dalam pesannya, beliau mengharapakan kegiatan ini menjadi pemantik kegiatan kelompok EKSATLI dalam pembelajaran edukasi konservasi. Selain itu, setelah kegiatan ini agar setiap kegiatan EKSATLI dapat terdokumentasi dengan baik sehingga dapat menjadi referensi untuk kota-kota lain.

Sementara itu, materi videografi yang disampaikan oleh YIARI meliputi : proses pra produksi )outline, script/scenario, dan storyboard); proses produksi (pengambilan gambar, lighting, bloking, dan hal teknis lainnya); dan pasca produksi : Editing. Materi yang disampaikan selanjutnya dipraktekkan dalam kunjungan ke PPKAB. Pengambilan gambar/video untuk melihat potensi yang ada di PPKAB dan sisi lain dari seorang Interpreter. 

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pelatihan Videografi Edukasi, sebagian besar peserta (kelompok EKSATLI) telah memiliki kemampuan dasar dalam pembuatan video edukasi.

 

Penulis: Richard Sirait, Penyuluh BKSDA Jakarta