Kaleidoskop 2025: Rekapitulasi Lengkap Aksi Konservasi, Patroli, dan Sinergi BKSDA Jakarta
JAKARTA, 2 Januari 2026 — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta resmi merilis rekapitulasi rekam jejak kinerja dan aksi nyata sepanjang tahun 2025. Lewat laporan bertajuk Kaleidoskop 2025, BKSDA Jakarta merangkum serangkaian pencapaian strategis yang mencakup pengawasan kawasan, penegakan hukum peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL), edukasi publik, hingga penyelamatan satwa dilindungi.
Mengawali agenda pada Januari 2025, BKSDA Jakarta menggelar field trip bersama mahasiswa AIESEC UI di Suaka Margasatwa (SM) Pulau Rambut pada 15 Januari, diikuti kegiatan pemantauan kondisi terumbu karang di perairan yang sama pada 17 Januari. Memasuki Februari, Menteri Kehutanan meninjau langsung fasilitas deHakims Aviary pada 2 Februari guna mendorong pengelolaan konservasi eks-situ berbasis animal welfare.
Langkah penegakan hukum juga membuahkan hasil ketika BKSDA Jakarta menerima penyerahan satwa dilindungi dari Polda Metro Bekasi pada 13 Februari. Bulan Februari ditutup dengan aksi edukasi Agriculture Youth Organization (AYO) di SM Pulau Rambut pada 22 Februari, serta peresmian Aviary Park Indonesia di Tangerang Selatan oleh Menteri dan Wakil Menteri Kehutanan pada 24 Februari.
Pada Maret 2025, BKSDA Jakarta mengadakan aksi sosial bersama BTN Kepulauan Seribu pada 7 Maret, disambung kunjungan kerja Menteri Kehutanan ke TMII dan Jagat Satwa Nusantara pada 18 Maret. Memasuki April, edukasi penanaman mangrove diberikan kepada siswa SD Plus Islamic Village pada 10 April. Rangkaian kegiatan berlanjut dengan ajang silaturahmi Halalbihalal pada 17 April, pelantikan pejabat di lingkup Kementerian Kehutanan pada 22 April, serta pelepasliaran dua ekor satwa di Suaka Margasatwa Muara Angke pada 25 April.
Memasuki Mei, pembinaan internal pegawai BKSDA Jakarta dilaksanakan di SM Pulau Rambut pada 21 Mei, disusul kegiatan sosial Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama Puskesmas Tambora pada 23 Mei. Sementara itu, pada Juni, pembinaan bagi CPNS Kementerian Kehutanan digelar pada 2 Juni, dilanjutkan Aksi Hijau untuk Bumi dalam memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan pada 18 Juni, serta translokasi 25 ekor satwa liar dilindungi menuju BKSDA Maluku pada 19 Juni.
Pertengahan tahun diisi dengan kampanye penyuluhan penyu sisik bersama AIESEC UI di SM Pulau Rambut pada 17 Juli. Selanjutnya pada 30 Juli, BKSDA Jakarta menggelar program Visit to School di SDN Johar Baru 09 Pagi sekaligus mengandakan forum "Sinergi Antar Generasi untuk Masa Depan" sebagai bagian dari menyambut Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2025.
Puncak peringatan HKAN 2025 digelar secara khidmat pada 10 Agustus. Tak hanya acara seremonial, tim BKSDA Jakarta juga bergerak cepat menggagalkan upaya penyelundupan satwa liar di Pelabuhan Tanjung Priok pada 20 Agustus. Rangkaian dilanjutkan dengan pelepasliaran tukik penyu sisik di Pulau Bidadari bersama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk pada 21 Agustus, serta Festival Sahabat Mangrove di TWA Angke Kapuk pada 23 Agustus.
Pada September 2025, siswa SMKN 2 Jakarta melakukan kunjungan belajar ke SM Muara Angke pada 10 September, disusul translokasi satwa menuju Taman Nasional Ujung Kulon pada 14 September. Aksi bersih sampah mangrove di SM Pulau Rambut dilaksanakan pada 19 September, sebelum akhirnya warga Pulau Sabira bersama petugas melepasliarkan penyu sisik kembali ke laut pada 22 September.
BKSDA Jakarta juga memperketat pengawasan TSL di atas kapal KM Dobonsolo pada 1 Oktober. Di hari yang sama, dilakukan penandatanganan SPK bagi pegawai PPPK TA 2024. Selanjutnya pada 2 Oktober, BKSDA Jakarta menghadiri NusantaraVersary Green Fest yang dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, serta menggelar serah terima jabatan Kasubbag Tata Usaha.
Menjelang akhir tahun, Wakil Menteri Kehutanan meninjau TWA Angke Kapuk pada 1 November. BKSDA Jakarta kemudian menggelar In-House Training pengenalan TSL pada 19 November, FGD penyusunan SOP penyelamatan satwa di PPS Tegal Alur pada 24 November, serta kembali menggagalkan penggagalan penyelundupan TSL di Pelabuhan Tanjung Priok pada 25 November.
Bulan Desember menjadi periode krusial penegakan hukum. Tiga WNA ditetapkan sebagai tersangka penyelundupan satwa liar pada 12 Desember. Rangkaian kegiatan akhir tahun ditutup dengan translokasi satwa ke TN Ujung Kulon pada 17 Desember, evakuasi Monyet Ekor Panjang di Koja pada 22 Desember, serta repatriasi empat ekor Orangutan korban perdagangan ilegal dari Thailand kembali ke Indonesia pada 23 Desember.
Rangkaian panjang kegiatan sepanjang tahun 2025 menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi BKSDA Jakarta bersama seluruh lapisan masyarakat, aparat penegak hukum, LSM, dan mitra kerja. Memasuki tahun 2026, BKSDA Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan, respon cepat evakuasi, serta memperluas jangkauan edukasi demi mewujudkan konservasi yang berkelanjutan untuk Indonesia.