Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 21 May 2026

JAKARTA, 21 Mei 2026 — Komitmen pengembalian satwa liar dilindungi ke habitat aslinya terus dibuktikan secara konsisten oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan translokasi dua ekor burung perkici dora (Trichoglossus ornatus) jantan.

Proses pengiriman satwa tersebut difasilitasi oleh tim teknis Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur, Jakarta Barat. Kedua ekor burung bengkok berwarna indah tersebut diberangkatkan menggunakan moda transportasi kargo udara dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam melangsungkan agenda pemindahan lintas pulau ini, BKSDA Jakarta berkoordinasi secara terpadu dengan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan sebagai otoritas penerima di daerah tujuan. Penanganan bersama ini penting untuk memastikan kesiapan tempat penyesuaian (habituasi) sebelum diluncurkan ke alam bebas.

Perkici dora merupakan jenis burung paruh bengkok endemik yang wilayah sebaran alaminya berada di Kepulauan Sulawesi dan sekitarnya. Satwa eksotis ini dilindungi ketat oleh negara berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Pengembalian kedua individu perkici dora ke Pulau Sulawesi menjadi langkah krusial untuk memulihkan populasi alami burung endemik di habitat aslinya. Pemulihan populasi di tempat asal sangat penting mengingat maraknya ancaman perburuan dan perdagangan ilegal di kawasan perkotaan.

Sebelum diterbangkan ke Makassar, tim medis veteriner PPS Tegal Alur telah melangsungkan serangkaian pemeriksaan kesehatan fisik komprehensif. Verifikasi kesehatan dilakukan guna memastikan kedua burung berada dalam kondisi bebas penyakit zoonosis serta layak menempuh perjalanan jarak jauh.

Sepanjang proses pengangkutan darat hingga penerbangan udara, tim teknis menerapkan kaidah kesejahteraan hewan (animal welfare) secara ketat. Penggunaan kandang angkut berstandar penerbangan kargo dirancang untuk meminimalisasi tingkat stres satwa selama di dalam pesawat.

Setibanya di Sulawesi Selatan, kedua perkici dora jantan tersebut akan menjalani proses penyesuaian lingkungan di fasilitas Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Tahapan habituasi ini diperlukan agar satwa dapat beradaptasi kembali dengan suhu, pakan alami, dan kondisi ekosistem setempat.

Pengembalian satwa ke habitat alaminya sejatinya merupakan upaya nyata dalam memberi ruang bagi terciptanya keseimbangan ekosistem secara alami. Burung perkici dora memiliki peran ekologis penting sebagai pemencar biji dan penyerbuk bunga di vegetasi hutan tropis Sulawesi.

BKSDA Jakarta mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung upaya perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dengan tidak memelihara satwa dilindungi. Menjaga satwa tetap hidup bebas di alam liar merupakan kontribusi terbaik bagi kelestarian kekayaan hayati Nusantara.

Translokasi dua ekor perkici dora ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam kegiatan konservasi selalu membawa harapan besar bagi masa depan satwa Indonesia. BKSDA Jakarta berkomitmen untuk terus mengawal agenda penyelamatan satwa secara konsisten dan berkelanjutan.