Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 20 Feb 2020

Jakarta, Rabu 19 Februari 2020 yang  bertempat di Komplek Sekolah Yayasan Masjid PB Soedirman Jakarta Timur Kelompok EKSATLI (Edukasi Satwa Liar, Tumbuhan, dan Lingkungan) bersama dengan Balai KSDA Jakarta pada hari ini melaksanakan kegiatan Sambang Sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan siswi kelas 9 dari masing-masing perwakilan sekolah (SMA Islam PB Soedirman, SMK Islam PB  Soedirman 1 dan SMK Islam PB Soedirman 2) dengan jumlah 180 orang pelajar. Dalam kesempatan ini Kepala BKSDA Jakarta (Karyadi, S. Hut. M. IL) ikut serta menghadiri sebagai salah satu narasumbernya.

Kegiatan sambang sekolah kali ini mengambil tema “Mengenal Konservasi Lingkup BKSDA Jakarta”, beda dari tempat lainnya EKSATLI mengusung konsep edukasi dengan metode talkshow. metode ini dikemas dengan suasana santai dengan membahas persoalan yang sedang hangat di masyarakat dan dinilai akan lebih mudah tersampaikan materi ke audiens.

Konservasi merupakan pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya ujar Rahardian (siswa kelas 9 SMU Islam PB Soedirman).


Menurut Karyadi (Kepala BKSDA Jakarta) konservasi sangatlah penting untuk dilakukan  karena sebagai penunjang kehidupan serta upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam. Pada dasarnya konservasi dibagi menjadi 2 golongan, yaitu konservasi in situ dan konservasi ek situ. Konservasi in situ merupakan kegiatan yang dilakukan di dalam habitat aslinya, kawasan yang berada di lingkup BKSDA Jakarta seperti kawasan Cagar Alam Pulau Bokor (CAPB), Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA), Suaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR) dan Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWAAK). Lalu konservasi ek situ merupakan kegiatan konservasi flora/fauna yang dilakukan diluar habitat aslinya, hal ini dilakukan oleh mitra BKSDA Jakarta contohnya lembaga konservasi (Taman Margasatwa Ragunan, Taman Burung dan Reptile TMII, Fauna Land, Gelanggang Samudra dan Jakarta Aquarium Indonesia) ujar Karyadi menambahkan.

Di zaman yang modern kini, banyak manusia yang lupa akan posisinya di bumi ini. Peran manusia diberi hak untuk memanfaatkan apa yang ada di bumi ini, namun mereka juga mempunyai tanggung jawab untuk tetap melestarikan, menjaga dan melindunginya. Maka dengan ini penting bagi kita untuk menyampaikan akan kayanya keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia khususnya di DKI Jakarta, bahwa masih terjaga dengan baik kawasan konservasi lingkup BKSDA Jakarta dan pendidikan konservasi yang berjalan rutin tiap 2 (dua) pekan sekali dengan berkolaborasi bersama EKSATLI ujar Sri Mulyani (Penyuluh Kehutanan BKSDA Jakarta).

  

Menurut Alif (Mahasiswa UNJ anggota EKSATLI) menambahkan bahwa banyak hal yang menarik dalam kegiatan pendidikan konservasi khususnya di DKI Jakarta. Kita ambil contoh "TWA Angke Kapuk" kawasan tersebut merupakan kawasan in situ yang dikelola oleh BKSDA Jakarta, selain dari edukasi terkait konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya juga tempat tersebut menjadi sarana ekowisata yang menarik atau yang lebih di kenal "instagramabel" bagi para generasi X saat ini ujar Alif menambahkan.

Menurut Junaidi (Kepala Sekolah  SMU Islam PB Soedirman) menyampaikan bahwa komplek sekolah Islam PB Soedirman mempunyai semboyan green campus, dengan bertujuan dalam pembangunan dengan memperhatikan aspek lingkungan, keagamaan, teknologi dan kemanusia sebagai bentuk dukungan dalam pembangunan human capital dimasa depan. Dengan inI maka pentingnya pendidikan lingkungan perlu ditanamkan kepada masyarakat terutama ke anak-anak usia dini, salah satunya dengan pendidikan konservasi. Dalam hal ini kami mulai mengimplementasikan pada sekolah yang kami kelola, agar hal ini menjadi bentuk nyata dalam mengusung sekolah berkonsep green campus.

Sumber : Sri Mulyani (Penyuluhan BKSDA Jakarta)