Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 16 Jun 2022

Walaupun tidak berpenduduk, di Cagar Alam Pulau Bokor terdapat berbagai macam sampah anorganik misalnya, plastik bekas pembungkus makanan, styrofoam, pecahan gelas/kaca, botol bekas air minum mineral atau softdrink, bekas produk textile, bekas alat elektronik dan lain sebagainya. Sampah-sampah tersebut masuk ke Cagar Alam Pulau Bokor terbawa arus saat air laut pasang tinggi. Keberadaan sampah tersebut memiliki dampak negatif bagi kawasan CA Pulau Bokor misalnya, mengotori pantai sehingga menutupi keindahan dan menjadikannya kumuh, menghambat laju regenerasi hutan, menutupi area mencari makan burung dan monyet ekor panjang. Untuk meminimalisir dampak negatif sampah terhadap Cagar Alam Pulau Bokor kami tetap berkomitmen membersihkan sampah tersebut dengan melibatkan sebanyak 20 orang masyarakat yang berasal dari Desa Penyangga Tanjung Pasir, hasil kegiatan kali ini terkumpul sebanyak 317 karung berbagai jenis sampah anorganik, sampah-sampah tersebut selanjutkan akan dikelola oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu. Sampah merupakan masalah bersama, sudah saatnya secara bersama-sama mengatasi masalah sampah. Stop buang sampah secara sembarangan sekecil apapun, letakan sampah pada tempat penyimpanan sampah

 

Penulis Dede Dicki (Polhut Mahir)