Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 28 Jun 2022

Jakarta, Selasa 28 Juni 2022. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Sumber Daya Alam dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 3, dalam menyelenggarakan fungsi di wilayah kerjanya mempunyai tugas konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya yang mana dalam menjalankan tugas tersebut menyelenggarakan fungsi, salah satunya yaitu pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar.

Peredaran tumbuhan dan satwa liar di DKI Jakarta sangat tinggi karena menjadi pusat lalu lintas peredaran tumbuhan dan satwa liar. Hal tersebut didukung adanya Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Udara yang merupakan pintu keluar masuk tumbuhan dan satwa liar secara illegal.

Dalam pelaksanaan pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa yang dilindungi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta telah melakukan berbagai upaya pengawasan untuk menekan tingkat peredaran ilegal satwa liar yang dilindungi. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu kegiatan penyampaian materi mengenai pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar dan simulasi praktek penyergapan pelanggar peredaran tumbuhan satwa liar. Kegiatan ini dilakukan di dua lokasi yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Pada lokasi di Bandara Soekarno-Hatta, Balai KSDA Jakarta Resort Bandara Soetta bekerja sama dengan BBKP Bandara Soekarno-Hatta, Polres Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai  Soekarno-Hatta. Lalu kegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok, Balai KSDA Jakarta Seksi Konservasi Wilayah III bekerja sama dengan Bea Cukai Tanjung Priok dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan peserta dari Karantina Pertanian, Taman Nasional Gunung Ciremai dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta.

Dalam kegiatan ini dijelaskan mengenai Peran Balai KSDA Jakarta dalam pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar serta arti penting pengenalan jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi, simulasi praktek yang dilakukan bertujuan agar mempermudah pihak-pihak terkait di lapangan dalam penyergapan pelanggar peredaran tumbuhan satwa liar. Diharapkan dari kegiatan ini pihak-pihak terkait dapat membantu dalam pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar khususnya di DKI Jakarta.

 

 

Penulis : Rezky Putri Piawanza, Pengendali Ekosistem Hutan Balai KSDA Jakarta