Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 20 Feb 2020

Jakarta, 19 Februari 2020. Dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 pengertian satwa liar merupakan seluruh satwa yang hidup di darat, air ataupun udara yang masih mempunyai sifat-sifat liar baik hidup bebas ataupun dipelihara oleh manusia. Dalam hal ini peran BKSDA Jakarta menjadi sangat penting dalam penyadartahuan kepada masyarakat tentang arti penting satwa liar bagi ekosistem hutan. Rabu pagi yang bertempat di Aula Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, tim Resort Jakarta Pusat melaksanakan kegiatan pemyadartahuan terhadap 30 (tiga puluh) orang masyarakat yang terdiri  dari perwakilan RT/RW di lingkup Kelurahan Rawasari. Resort Jakarta Pusat merupakan bagian dari wilayah Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jakarta. Dalam kesempatan ini dihadiri serta dipandu oleh Kris Dariyan (Sekretaris Keluraham Rawasari).

Salah satu tujuan penyadartahuan yaitu memberikan pengetahuan dan penambahan nilai-nilai lingkungan yang dapat ditanamankan kepada masyarakat, terutama dalam pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar terutama yang dilindungi undang-undang ungkap Kepala Resort Jakarta Pusat (Kelik Sarwono). Karena kriteria satwa liar yang dilindungi adalah terjadinya penurunan tajam pada jumlah individu pada habitatnya di alam, hal ini tercantum dalam peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2018, pendapat bapak 2 (dua) anak yang sebentar lagi masuk masa purnatugasnya ini menambahkan.

Menurut Endah Nurrani (Pengendali Ekosistem Hutan) menambahkan, bahwa terkait  Peraturan tersebut memang terjadi beberapa perubahan status konservasi bagi jenis tumbuhan dan satwa liar dimaksud, dalam kesempatan yang sama juga diinfokan terkait call center (081289643727) dan media sosial BKSDA Jakarta (IG : bksda_jakarta) dalam melaksanakan kinerja dalam program perlindungan serta  pemanfaatan khususnya tumbuhan dan satwa liar.

 

Interaktif para peserta dinilai cukup baik selama sesi diskusi, hal ini dengan banyaknya pertanyaan yang di layangkan terhadap tim penyadartahuan kali ini. Ada hal fakta menarik yang terjadi dimasyarakat terkait terhadap masih maraknya kegiatan jual beli satwa liar yang dilindungi  maupum yangvtidak dilindungi  secara on line. Pengakuan pelaku hanya menjual satwa tidak dilindungi, namun warga tidak diperbolehkan melihat satwa yang diperdagangkan tersebut. Aktivitas ini diakui cukup meresahkan warga sekitar, besar harapan mereka agar segera ada tindakan dari pihak BKSDA Jakarta untuk mengurangi keresahan masyarakat, ungkap salah satu perserta kegiatan hari ini.

Sumber: Tim Publikasi BKSDA Jakarta