Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta!     

Diterbitkan 10 Feb 2026

JAKARTA, 10 Februari 2026 — Menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan hidup merupakan proses panjang yang paling efektif jika dimulai sejak usia dini. Langkah edukatif inilah yang diwujudkan melalui kegiatan kunjungan belajar para peserta didik dari Balita Qur’an ke kawasan benteng konservasi perkotaan, Suaka Margasatwa (SM) Muara Angke, Jakarta Utara.

Kunjungan lapangan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus intuitif bagi anak-anak di luar ruang kelas konvensional. Melalui interaksi langsung dengan alam terbuka, para anak diajak untuk mengenal lebih dekat kekayaan ekosistem pesisir yang ada di sekitar mereka.

Materi edukasi diawali dengan pengenalan mengenai pentingnya keberadaan tanaman mangrove bagi wilayah pesisir. Petugas dan pendamping memberikan penjelasan sederhana tentang bagaimana akar-akar mangrove bekerja menahan gempuran ombak serta menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis makhluk hidup.

Anak-anak kemudian diajak menyusuri boardwalk kayu yang membelah keasrian kawasan suaka margasatwa. Sepanjang jalur pengamatan, mereka diajak melihat secara langsung aneka vegetasi khas hutan pantai serta mengamati pergerakan berbagai jenis burung dan satwa liar di habitat aslinya.

Suasana belajar menjadi kian antusias saat para peserta mendapatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman menyusuri perairan kawasan menggunakan speed boat. Petualangan mengelilingi wilayah perairan ini memberikan sudut pandang baru bagi anak-anak tentang cantiknya bentang alam mangrove dari sisi perairan.

Pengalaman naik kapal cepat ini tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menyelipkan pemahaman akan pentingnya kebersihan saluran air. Anak-anak diajar untuk melihat langsung betapa pentingnya menjaga kawasan perairan agar tetap bebas dari sampah yang dapat merusak kehidupan laut.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan edukatif, para anak diajak melakukan tindakan nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman propagul atau bibit mangrove ke dalam polybag. Aktivitas fisik ini melatih sensori anak sekaligus memberikan pemahaman bahwa setiap orang bisa berkontribusi menjaga bumi.

Aksi menanam bibit secara mandiri ini diharapkan membekali para anak dengan ingatan berkesan tentang pentingnya merawat tanaman. Memegang tanah dan menyentuh bibit mangrove secara langsung membangun ikatan emosional anak terhadap proses tumbuh kembang makhluk hidup di alam.

Pihak BKSDA Jakarta menyambut hangat dan mendukung penuh inisiatif pembelajaran berbasis alam yang melibatkan anak-anak usia dini. Kawasan SM Muara Angke memang terus dioptimalkan sebagai laboratorium alam yang ramah dan aman bagi seluruh jenjang usia peserta didik.

Pembelajaran lingkungan yang menyenangkan dan penuh pengalaman baru ini diyakini mampu membentuk karakter anak yang peka terhadap kelestarian alam di masa depan. Benih-benih kepedulian yang ditanam hari ini akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi penerus yang berwawasan lingkungan.

Kunjungan seru dan edukatif ini ditutup dengan kebahagiaan para peserta yang membawa pulang pengalaman dan ilmu baru. Langkah kecil yang dimulai sejak usia dini ini menjadi investasi berharga demi menjamin keberlanjutan dan kelestarian benteng alam Indonesia di masa mendatang.