Halaman Berita
" Enceng Yang Membuat Gondok"
Sabtu, 30 Juli 2011 Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta mengadakan aksi bersih enceng gondok di Suaka Margasatwa Muara Angke. Segenap pegawai Balai KSDA DKI Jakarta terlibat kegiatan aksi bersi ini, dari pejabat  Struktural , pejabat fungsional dan staf. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III, MUJIASTUTI S. Hut yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan kawasan konservasi di wilayah Jakarta Utara dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Tidak luput pula, Kegiatan ini dimeriahkan oleh partisipasi dari rekan-rekan  Jakarta Green Monster, anak-anak SMPN 122 Jakarta Utara dan Masyarakat sekitar Kelurahan Kapuk Muara.
Enceng g
ondok yang memiliki nama latin Eichornia crassipes merupakan gulma di dalam kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke. Enceng gondok dapat tumbuh sangat cepat pada wilayah perairan sehingga dalam waktu yang singkat dapat mengurangi oksigen perairan, mengurangi fitoplankton dan zooplankton serta menyerap air, bahkan dapat menyebabkan proses pendangkalan. Oleh sebab itu keberadaan tumbuhan ini dalam kawasan harus dimusnahkan.
Namun disisi lain, penelitian dari Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor menunjukkan bahwa enceng gondok   ini mempunyai kemampuan dalam menyerap logam berat khususnya Fe, Pb, Cu, dan Zn. Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida, contohnya residu 2.4-D dan paraquat.
Perlu diketahui, bahwa permasalahan yang terjadi di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke adalah pencemaran yang cukup tinggi akibat sampah dimana setiap jam berton-ton sampah yang melewati kawasan. Bila dihubungkan dengan hal tersebut, keberadaan enceng gondok akan bermanfaat dapat menyerap logam berat, namun karena status kawasan yang berupa suaka margasatwa menyebabkan tidak boleh adanya tumbuhan invansif dan dapat mengurangi kadar oksigen yang berdampak mengganggu vegetasi lainnya sehingga keberadaan enceng gondok memang harus dimusnahkan dari dalam kawasan.
Kegiatan aksi bersih di dalam kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke memang sering dilaksanakan tetapi sampai saat ini pemecahan permasalahan dari sampah belum dapat terselesaikan. Semoga antusias salah satu generasi bangsa SMPN 122 Jakarta Utara dalam kepeduliannya membersihkan enceng gondok sebagai wujud mempertahankan ekosistem Suaka Margasatwa Muara Angke dapat menggugah bangsa ini untuk tetap peduli dan sadar terhadap lingkungan.
Lagi..... Trenggiling (Manis Javanica) di selundupkan
Pada hari Senin tanggal 11 Juli 2011 bertempat di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Soekarno-Hatta, telah diserahterimakan hasil sitaan trenggiling (Manis Javanicus)Â berupa daging beku dan sisik trenggiling oleh Dirjen Bea dan Cukai Tipe Madya Soekarno-Hatta kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta.
Dirjen Bea dan Cukai Tipe Madya Soekarno-Hatta berhasil melakukan penegahan terhadap pengiriman spesimen satwa dilindungi Undang-undang yaitu, Trenggiling (Manis Javanica) di Gudang Ekspor UNEX Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 20 box atau setara dengan 532 kg daging trenggiling dalam kondisi beku.
Kemudian dilakukan pengembangan kembali dari hasil penegahan di bandara Soekarno-Hatta menuju gudang di JL.Bendungan Utara No.14K, Jakarta oleh petugas Bea dan Cukai bersama dengan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta dan berhasil menyita barang bukti trenggiling (Manis Javanica) sebanyak :
- 4 (empat) buah freezer berisi daging trenggiling (Manis Javanica)dengan total berat kurang lebih 1.200 kg dalam kondisi beku
- 19 (sembilanbelas) box sisik trenggiling dengan total berat kurang lebih 380 kg
Pameran Flora dan Fauna Jakarta 2011 di Taman Lapangan Banteng
Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta dipastikan berpartisipasi pada kegiatan pameran flora dan fauna (flona) yang digelar pada 21 Juni 2011- 25 Juli 2011 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Lokasi stand Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta berada di Blok E No.29 dan akan dibuka mulai jam 08.00 pagi - 20.00 malam. Pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI ini juga menjadi salah satu rangkaian acara untuk memeriahkan HUT ke-484 Jakarta. Pembukaan Pameran Flona 2011 juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta yaitu Bpk.Fauzi Bowo, Beliau pun menyempatkan diri untuk mengunjungi satu per satu stand yang ada pada Pameran Flona 2011, salah satunya stand BKSDA DKI JAKARTA.
Salah satu tujuan Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta berpartisipasi dalam pameran tersebut untuk menyebarluaskan informasi kegiatan konservasi insitu dan eksitu di wilayah DKI Jakarta kepada masyarakat khususnya di wilayah DKI Jakarta, hal tersebut diungkapkan Bp.Budi Mulyanto, S.Pd selaku Ketua Pelaksana Pameran Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta pada Pameran Flora dan Fauna 2011.
Ken : '' Barbie Kita Putus!"
Organisasi Lingkungan Greenpeace mengumumkan hasil investigasi yang mengejutkan pada hari Rabu (8/6) lalu. Barbie, boneka mainan paling terkenal di dunia, terbukti terkait dengan perusakan hutan hujan. Kemasan yang digunakan oleh boneka ini ternyata menggunakan bahan baku yang berasal dari hutan Indonesia yang menjadi rumah dari spesies langka seperti Harimau Sumatra.
Menggunakan uji forensik, para peneliti Greenpeace menemukan bahwa kemasan Barbie berasal dari perusakan hutan Indonesia. Selain uji forensik, peneliti Greenpeace juga melakukan investigasi lapangan langsung, pemetaan data dan menelusuri sertifikat perusahaan untuk menguatkan bukti bahwa Mattel, pembuat Barbie, juga perusahaan-perusahaan mainan besar lain termasuk Disney, menggunakan kemasan yang diproduksi oleh Asia Pulp and Paper (APP).
“Kami menemukan sesuatu yang cukup mengejutkan, beberapa produk yang selama ini digemari lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, ternyata terlibat dalam penghancuran hutan di Indonesia. Di dalam penelitian kami, salah satu perusahaan besar di dalam produksi mainan yaitu Mattel ternyata terkait dengan APP, salah satu bagian dari Sinar Mas Grup. Dimana kemasan dari produk Mattel itu berasal dari penghancuran hutan di Indonesia,†papar Zulfahmi.
Atas hasil investigasinya tersebut, sejumlah aktivis Greenpeace di Los Angeles berjas tuxedo menyerupai Ken, kekasih Barbie, membentangkan spanduk raksasa di Kantor Pusat Mattel bertuliskan “Barbie: Kita Putus. Aku Tak Sudi Memiliki Kekasih yang Terlibat Deforestasiâ€. Demonstrasi tersebut menandai diluncurkannya kampanye Greenpeace secara global untuk menghentikan industri mainan menjadi penyebab perusakan hutan di Indonesia.
Indonesia di mata Green Peace adalah satu di antaranegara dengan laju deforestasi tercepat di dunia. Diperkirakan lebih dari satu juta hektar hutan dihancurkan setiap tahunnya. Meski pemerintah baru-baru ini telah mengumukan moratorium (penghentian sementara) pemberian ijin baru perusakan hutan, data memperlihatkan bahwa moratorium ini tidak bisa melindungi 45 juta hektar hutan alam dan lahan gambut.
“Greenpeace menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mengkonkritkan upaya yang lebih kuat untuk melindungi hutan alam dan lahan gambut Indonesia yang masih tersisa – termasuk di hutan yang izin konsesinya telah diberikan. Hal ini hendaknya diikuti dengan pengkajian ulang semua ijin konsesi yang telah diberikan untuk memastikan apakah konsesi itu diperoleh sesuai dengan hukum Indonesia atau tidak. Saat ini, hutan, lahan gambut dan satwa yang hidup di dalamnya terus dihancurkan oleh perusahaan seperti APP.†demikian Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara menambahkan.</font>
20 Hektare Mangrove Pulau Rambut Rusak
Kondisi permukaan laut yang pasang surut dan banyaknya sampah yang masuk ke bibir Pantai Pulau Rambut, menyebabkan 20 hektare lahan mangrove atau bakau di pulau tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (Ka BKSDA) DKI Jakarta, Ir. Ahmad Saerozi saat ditemui Tribunnews.com di Pulau Rambut, Minggu (5/6/2011).
"Dari luas area keseluruhan pulau rambut yang mencapai 90 hektare dimana 20 hektare diantaranya mengalami kerusakan oleh karena kondisi alam dan permukaan air yang pasang surut. Oleh karena itulah untuk hari ini kita bersama Yayasan Puteri Indonesia dan instansi terkiat akan melakukan penanaman simbolis 50 mangrove diatas tanah seluas 2 hektare," terang Ahmad Saerozi.
Selain adanya kerusakan alam yang mencapai 20 hektare tersebut, juga diperparah dengan banyaknya sampah kiriman yang memenuhi sepanjang bibir Pantai Pulau Rambut.
"Kadang dalam jangka waktu tertentu sampah bisa mencapai puluhan ton," terangnya.
http://www.tribunnews.com/
AKSI MENANAM DAN BERSIH SAMPAH BALAI KSDA DKI JAKARTA DAN YAYASAN PUTRI INDONESIA
Hari Minggu tanggal 5 Juni 2011, Suaka Margsatwa Pulau Rambut kedatangan Nadine Alexandra dalam rangka hari lingkungan hidup 2011. Dalam kesempatan ini rombongan Yayasan Putri Indonesia dan Ketua KNPI Dr. M. Aziz Syamsuddin, SE., SH., MAF., MH didampingi Sekjen KNPI Sayed Muhamad Mulyadi, SH disambut langsung oleh Kepala Balai KSDA DKI Jakarta Ir. Ahmad Saerozi beserta ibu di dermaga Tanjung Pasir Tanggerang. Selanjutnya rombongan langsung menuju ke Pulau Untung Jawa dengan menggunakan kapal yang di kawal oleh 2 speed patroli Balai KSDA DKI Jakarta.
di Kelurahan Pulau Untung Jawa rombongan disambut oleh Sekretaris Lurah dan langsung diserahkan secara simbolis bibit mangrove.
setiba di SM. Pulau Rambut rombongan diterima oleh Kepala Balai KSDA DKI Jakarta Ir. Ahmad Saerozi dan Staff Balai KSDA DKI Jakarta dan langsung diberikan pengarahan oleh Kepala Balai tentang potensi dan keanekaragaman hayati yang ada di SM Pulau Rambut, dan dilanjutkan dengan acara penanaman simbolis bibit mangrove di Suaka Margasatwa Pulau Rambut oleh Putri Indonesia 2010 Nadine Alexandra dan Kepala Balai KSDA DKI Jakarta Ir. Ahmad Saerozi serta ketua KNPI M. Aziz Syamsuddin, SE., SH., MAF., MH.
tampak dalam gambar Putri Indonesia Nadine Alexandra melakukan penanaman Bakau di dampingi oleh Kepala Balai KSDA DKI Jakarta Ir. Ahmad Saerozi.
pertukaran plakat antara Balai KSDA DKI Jakarta dan Yayasan Putri Indonesia, KNPI dan Green Edelweis Foundation
dalam kesempatan ini Putri Indonesia 2010 Nadine Alexandra juga menghimbau agar semua pihak terutama masyarakat jakarta dapat menjaga terus kebersihan lingkungan agar tempat-tempat seperti kawasan konservasi Suaka Margasatwa Pulau Rambut dapat terus terjaga kelestariannya dan dapat menjadi habitat bagi burung-burung air yang ada di dunia.
KERJASAMA PENEGAHAN PENGIRIMAN SATWA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG TRENGGILING (Manis javanica) ANTARA DI
Pada hari Senin tanggal 23 Mei 2011, Dirjen Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok berhasil melakukan penegahan terhadap pengiriman spesimen satwa dilindungi Undang-undang sebanyak 1.062 box, dengan modus mencampurkan specimen satwa tersebut berupa daging Trenggiling (Manis javanica) dengan daging ikan beku. Adapun dari 1.062 box tersebut terdiri dari 749 box ikan beku (Frozen Fish) dengan berat per box 20 Kg setara 14.980 Kg, kemudian 309 box daging Trenggiling (Manis javanica) dengan berat per box rata-rata 24,12 Kg setara dengan 7.453,08 Kg, dan masih ditemukan sisik Trenggiling (Manis javanica) sebanyak 4 box dengan total berat 64,60 Kg.
Kepala Balai KSDA DKI Jakarta Ir. Ahmad Saerozi selaku pemangku wilayah telah berkoordinasi dengan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Pelabuhan Laut Tanjung Priok pada kesempatan pertama saat dilakukan penegahan. Seluruh barang bukti tersebut saat ini sedang dalam pengawasan petugas Dirjen Bea dan Cukai dengan bekerjasama Polisi Kehutanan yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Priok.
Dengan hasil penegahan tersebut maka kejadian ini adalah yang kesekian kalinya terjadi di wilayah Indonesia. Arahan Direktur Jenderal PHKA dalam kaitannya dengan kejadian dimaksud agar segera dilakukan penyidikan yang cermat dan tersangka dititipkan/diamankan di BARESKRIM MABES POLRI tanpa ada upaya penangguhan. Barang Bukti agar tetap dijaga dan tidak berkurang sedikitpun sebagai dasar penuntutan di pengadilan. Apabila sudah ada keputusan hukum yang bersifat tetap (Incraht), maka Barang Bukti akan dimusnahkan dengan menghadirkan unsur Kementerian Kehutanan, Kementerian Keuangan, MABES POLRI, Kejaksaan Agung, KPK dan LSM seperti yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.
Diharapkan kerjasama antara Dirjen Bea dan Cukai dengan Dirjen PHKA dapat terus ditingkatkan dalam rangka pengendalian Tumbuhan dan Satwa Liar dilindungi Undang-undang yang ada di Indonesia dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
PROTAP Pemeriksaan dan Penyegelan TSL di Pelabuhan Laut dan Udara
Serang
, 21/05/2011 Kepala Balai melaksanakan pembahasan Penyusunan Prosedur Tetap Pemeriksaan dan Penyegelan Tumbuhan dan Satwa Liar di Pelabuhan Darat dan Udara. Pembahasan ini melibatkan beberapa pejabat di lingkup Balai KSDA DKI Jakarta, antara lain : Kepala Sub Bagian TU dan Perlengkapan ( Haris Yunanto, SH), Kepala Seksi Wilayah I ( Budi Mulyanto, Spd), Kepala Seksi Wilayah III ( Trustiadi, SH ), Kepala Satuan Petugas Pengamanan ( N. Yanang Lima, SH ),  PPNS ( Adam Mustofa, SH ),  Kanit Seksi Wilayah II ( Darma Osra, Spi ), Kanit Wilayah III ( Resijati Wasito ), Anggota Unit Seksi Wilayah I ( Heri Suseno ), dan beberapa staf Balai KSDA DKI Jakarta.
Perlu diketahui, Kota Jakarta sebagai ibu kota Negara merupakan pusat pemerintahan dan pusat perekonomian yang menyebabkan tingginya tingkat permasalahan di semua bidang baik ekonomi, politik, sosial, budaya dan keamanan. Terkait dengan tugas dan fungsi pokok Balai KSDA DKI Jakarta, permasalahan peredaran tumbuhan dan satwa liar khususnya Illegal trade of Wildlife menjadi permasalahan yang sangat pelik dan kontroversional. Oleh sebab itu diperlukan Penyusunan Prosedur Tetap Pemeriksaan dan Penyegelan Tumbuhan dan Satwa Liar di Pelabuhan Darat dan Udara.
Protap tersebut merupakan kebijakan dari Kepala Balai sebagai salah satu sarana untuk pelaksanaan, penertiban, pengawasan dan pengendalian bidang peredaran tumbuhan dan satwa liar di wilayah hukum yang menjadi kewenangan Balai KSDA DKI Jakarta (Propinsi DKI Jakarta, Bekasi dan Tangerang). Penyusunan protap ini tetap mengacu pada UU No 41 Tahun 1999, PP No 45 Tahun 2004, dan Kepmenhut No 447/Kpts-II/2003. Adapun isi dari protap ini antara lain tentang tata cara pemeriksaaan dan penyegelan specimen  TSL baik yang masuk ataupun ke luar wilayah hukum Balai KSDA DKI Jakarta.
Protap ini dharapkan dapat dipedomani pada awal bulan Juni 2011. Semoga dengan adanya protap Pemeriksaan dan Penyegelan Tumbuhan dan Satwa Liar di Pelabuhan Darat dan Udara dapat menertibkan peredaran TSL di wilayah hukum BKSDA DKI Jakarta yang mencakup Propinsi DKI Jakarta, Bekasi dan Tangerang ).
Operasi Pengamanan Fungsional Seksi Wilayah I
Kamis siang, 19 Mei 2011 beberapa satwa terkategori dilindungi berhasil diselamatkan dari perdagangan bebas di Pasar Pramuka dan Pasar Jatinegara dalam operasi pengamanan fungsional Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta yang diketuai tim oleh Marwan Shofa, SP. Satwa-satwa tersebut siap diperjualbelikan ke masyarakat, namun disayangkan pemilik dari satwa tersebut tidak berhasil ditangkap. Satwa yang berhasil diamankan adalah malu-malu (Nycticebus coucang) sebanyak 9 ekor, elang ular bido (Spilornis cheela) sebanyak 3 ekor, Nuri talaud (Eos histrio) sebanyak 1 ekor, Nuri maluku (Eos borneo) dan lutung (Trachypithecus auratus) sebanyak 2 ekor. Untuk jenis Nuri talaud (Eos histrio) termasuk terkategori terancam hamper punah di alam bebas.
Budi Mulyanto, Spd selaku Kepala Seksi Wilayah I menyebutkan bahwa operasi pengamanan fungsional ini dilaksanakan dalam rangka pengendalian, penertiban dan pengawasan peredaran/pemanfaatan tumbuhan/satwa liar khususnya DKI Jakarta. Kegiatan ini merupakan tugas rutin yang secara kontinyu akan terus dilaksanakan dengan harapan dalam upaya konservasi (perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan) khususnya TSL dapat terwujud dan berjalan secara optimal.
Perdagangan satwa liar illegal (Illegal tracking ) merupakan permasalahan yang sangat pelik di wilayah kerja Balai Konservasi Sumber Daya ALam DKI Jakarta. Berbagai upaya penertiban dalam peredaran tumbuhan dan satwa liar telah dilakukan oleh pihak Balai KSDA DKI Jakarta, namun dari tahun ke tahun permasalahan tersebut tidak pernah terselesaikan. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan dan satwa liar yang diperdagangkan di Jakarta berasal dari daerah dan bermuara di Kota Jakarta serta tingkat awareness masyarakat Indonesia yang relatif masih sangat rendah.
Menhut Targetkan Tanam 1,5 Miliar Pohon
Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan menargetkan bisa menanam 1,5 miliar batang pohon dalam upayanya untuk merehabilitasi kawasan hutan dan lahan kritis pada 2011.
"Pada tahun 2010 kita berhasil menanam 1,39 miliar dari 1 miliar pohon yang ditargetkan. Saya yakin tahun ini bisa lebih dari itu," kata Zulkifli Hasan saat menghadiri wisuda ke-33 Universitas Muhammadiyah Palu, Jumat.
Luas lahan kritis di Indonesia saat ini mencapai 40 juta hektar, sementara kawasan hutan Indonesia luasnya mencapai 187 juta hektar.
Dia mengatakan, pohon-pohon itu bisa ditanam di kawasan hutan, hutan milik, rehabilitasi kebun, reklamasi pertambangan, atau penanaman pohon yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
Zulkifli Hasan mengatakan, penanaman pohon itu adalah untuk menanggulangi bencana serta mengantisipasi perubahan iklim.
Namun demikian, mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini berharap keterlibatan masyarakat untuk menjaga pohon setelah ditanam.
"Menanam pohon itu mudah, merawatnya yang susah," kata Zulkifli Hasan.
Gerakan menanam 1 miliar pohon adalah program tahunan, dan diharapkan setiap tahunnya bisa ditanam lebih dari 1 miliar batang.
Sementara itu, pada tahun 2011 Kementerian Kehutanan juga merencanakan rehabilitasi hutan dan daerah aliran sungai (DAS) di prioritas lahan seluas 500 ribu hektar, pembangunan hutan tanaman industri dan hutan tanaman rakyat yang juga seluas 500 ribu hektar.
Selain itu juga terdapat hutan kemasyarakatan dan hutan desa seluas 500 ribu hektar, serta hutan kemitraan seluas 50 ribu hektar.
Selain menghadiri wisuda Universitas Muhamaddiyah Palu, kehadiran Menhut juga untuk meresmikan hutan akademik di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.
Hutan Akademik seluas 5.100 hektar itu juga berfungsi untuk kegiatan akademik mahasiswa Universitas Palu.
http://www.antaranews.com